Cara Instal & Uji Coba SSH Server Pada Debian
Assalamu'alakum :)
Oke, langsung saja ke TKP.
Pertama, cara install SSH Server
- buka konsole/terminal pada Debiank
- masuk menjadi super user (root) dengan perintah seperti berikut.
root@lucid_lynx:~$ su
password:
root@lucid_lynx:~#
Keterangan : Tanda bahwa kita sudah menjadi super user (root) adalah, berubahnya tanda $ menjadi #,
- install packet SSH dengan sintax perintah seperti di bawah.
root@lucid_lynx:~# apt-get install ssh
Kedua, uji coba pada server.
- masukkan sintax seperti berikut.
root@lucid_lynx:~# ssh 192.168.10.1
Keterangan : maksud dari 192.168.10.1 adalah IP server yang akan kita remote.
- apabila anda dapat masuk berarti anda berhasil, apabila tidak tersambung, coba cek settingan interfaces/ethernetnya dengan perintah ifconfig.
root@lucid_lynx:~# ifconfig
Untuk lebih jelasnya dapat melihat video turotial dibawah ini.
Oke, langsung saja ke TKP.
Pertama, cara install SSH Server
- buka konsole/terminal pada Debiank
- masuk menjadi super user (root) dengan perintah seperti berikut.
root@lucid_lynx:~$ su
password:
root@lucid_lynx:~#
Keterangan : Tanda bahwa kita sudah menjadi super user (root) adalah, berubahnya tanda $ menjadi #,
- install packet SSH dengan sintax perintah seperti di bawah.
root@lucid_lynx:~# apt-get install ssh
Kedua, uji coba pada server.
- masukkan sintax seperti berikut.
root@lucid_lynx:~# ssh 192.168.10.1
Keterangan : maksud dari 192.168.10.1 adalah IP server yang akan kita remote.
- apabila anda dapat masuk berarti anda berhasil, apabila tidak tersambung, coba cek settingan interfaces/ethernetnya dengan perintah ifconfig.
root@lucid_lynx:~# ifconfig
Untuk lebih jelasnya dapat melihat video turotial dibawah ini.
Cara Setting IP Pada Debian
Assalamu'alakum :)
Oke, langsung saja ke TKP.
Cara setting IP pada Debian ada dua cara :
1. Menggunakan perintah ifconfig
root@lucid_lynx:~# ifconfig 192.168.10.1 netmask 255.255.255.0
=> Catatan : apabila anda mensetting IP pada debian menggunakan perintah ifconfig, saat komputer di reboot, maka settingan tersebut akan hilang, karena perintah ifconfig bersifat sementara.
2. Mengedit file interfaces
root@lucid_lynx:~# nano /etc/netwok/interfaces
=> untuk lebih jelasnya bisa melihat video tutorialnya di bawah ini.
Terima Kasih Kunjungannya :)
Oke, langsung saja ke TKP.
Cara setting IP pada Debian ada dua cara :
1. Menggunakan perintah ifconfig
root@lucid_lynx:~# ifconfig 192.168.10.1 netmask 255.255.255.0
=> Catatan : apabila anda mensetting IP pada debian menggunakan perintah ifconfig, saat komputer di reboot, maka settingan tersebut akan hilang, karena perintah ifconfig bersifat sementara.
2. Mengedit file interfaces
root@lucid_lynx:~# nano /etc/netwok/interfaces
=> untuk lebih jelasnya bisa melihat video tutorialnya di bawah ini.
Terima Kasih Kunjungannya :)
Perintah - Perintah Dasar Linux (Debian)
Assalamu'alakum :)
Oke, langsung saja ke TKP.
Berikut perintah - perintah yang harus diperhatikan di Linux (Debian), karena perintah tersebut sering digunakan untuk menjalankan sistem tersebut :
1. cp => mengkopi file
root@lucid_lynx:~# cp /etc/bind/db.local /var/bind/db.tkj.
- Maksudnya, mengkopi file db.local di direktori /etc/bind/ ke /var/bind/ dan dinamai db.tkj
2. mkdir => membuat direktori
root@lucid_lynx:~# mkdir andi
3. rmdir => menghapus direktori
root@lucid_lynx:~# rmdir andi
4. rm => menghapus file
root@lucid_lynx:~# rm andi
5. nano, pico, vi, vim => mengedit file
root@lucid_lynx:~# nano /etc/network/interfaces
- Maksudnya, kita membuka file interfaces menggunakan nano sekaligus mengeditnya. Seperti gambar di bawah.
Keyword yang sering ditemui :
1. interfaces => file berisi konfigurasi ethernet beserta IPnya
2. proftpd => packet FTP Server
3. ssh => berguna untuk meremote server dengan komputer lain
4. dhcp3-server => packet DHCP Server
5. bind9 => packet DNS Server
6. php5 => packet PHP
7. apache => packet Web Server
8. squid => packet Proxy Server
Oke, langsung saja ke TKP.
Berikut perintah - perintah yang harus diperhatikan di Linux (Debian), karena perintah tersebut sering digunakan untuk menjalankan sistem tersebut :
1. cp => mengkopi file
root@lucid_lynx:~# cp /etc/bind/db.local /var/bind/db.tkj.
- Maksudnya, mengkopi file db.local di direktori /etc/bind/ ke /var/bind/ dan dinamai db.tkj
2. mkdir => membuat direktori
root@lucid_lynx:~# mkdir andi
3. rmdir => menghapus direktori
root@lucid_lynx:~# rmdir andi
4. rm => menghapus file
root@lucid_lynx:~# rm andi
5. nano, pico, vi, vim => mengedit file
root@lucid_lynx:~# nano /etc/network/interfaces
- Maksudnya, kita membuka file interfaces menggunakan nano sekaligus mengeditnya. Seperti gambar di bawah.
Keyword yang sering ditemui :
1. interfaces => file berisi konfigurasi ethernet beserta IPnya
2. proftpd => packet FTP Server
3. ssh => berguna untuk meremote server dengan komputer lain
4. dhcp3-server => packet DHCP Server
5. bind9 => packet DNS Server
6. php5 => packet PHP
7. apache => packet Web Server
8. squid => packet Proxy Server
Perbedaan Prosesor Intel Core i3, i5 dan i7
Intel Core merupakan mikroprosesor keluaran pabrikan Intel yang mensasar segmen entry level sampai high-end consumer.
Pada postingan kali ini membahas tentang perbedaan prosesor antara Core i3, i5 Core dan Core i7. Tiga seri prosesor ini ditujukan untuk segmen pasar yang berbeda, seri Core i3 dibuat untuk memenuhi entry level desktop dan laptop computer. Seri i5 ditujukan pada segmen mid-level dan seri Core i7 untuk melayani pasar high-end karena seri ini dibekali dengan high performance prosesor. Setiap seri dari prosesor Core ini mempunyai variasi dalam hal kecepatan pemrosesan data dan fitur-fitur yang berbeda. Berikut ini perbedaan yang paling mendasar dari ketiga seri tersebut:
Core i3:
* Entry level processor.
* 2-4 Cores
* 4 Threads
* Hyper-Threading (prosesor menggunakan sumber daya yang ringan)
* 3-4 MB Catche
* 32 nm Silicon (mengurangi panas)
* Entry level processor.
* 2-4 Cores
* 4 Threads
* Hyper-Threading (prosesor menggunakan sumber daya yang ringan)
* 3-4 MB Catche
* 32 nm Silicon (mengurangi panas)
Core i5:
* Mid range processor.
* 2-4 Cores
* 4 Threads
* Turbo Mode (jika tidak digunakan core akan off dengan sendirinya)
* Hyper-Threading (prosesor menggunakan sumber daya yang ringan)
* 3-8 MB Catche
* 32-45 nm Silicon (mengurangi panas)
* Mid range processor.
* 2-4 Cores
* 4 Threads
* Turbo Mode (jika tidak digunakan core akan off dengan sendirinya)
* Hyper-Threading (prosesor menggunakan sumber daya yang ringan)
* 3-8 MB Catche
* 32-45 nm Silicon (mengurangi panas)
Core i7:
* High end processor.
* 4 Cores
* 8 Threads
* Turbo Mode (jika tidak digunakan core akan off dengan sendirinya)
* Hyper-Threading (prosesor menggunakan sumber daya yang ringan)
* 4-8 MB Catche
* 32-45 nm Silicon (mengurangi panas)
* High end processor.
* 4 Cores
* 8 Threads
* Turbo Mode (jika tidak digunakan core akan off dengan sendirinya)
* Hyper-Threading (prosesor menggunakan sumber daya yang ringan)
* 4-8 MB Catche
* 32-45 nm Silicon (mengurangi panas)